Jumat, 18 September 2015

ttki artikel01



Pembangkit Tenaga Listrik Minihidro
PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK MINIHIDRO
DI DESA GUGUAK AMPEK KANDANG KECAMATAN 2X11 KAYU TANAM
KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Oleh:
*Erhaneli, **Ferdinal Rutaf
*Dosen jurusan Teknik Elektro, **Mahasiswa jurusan Teknik Elektro
Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Padang
Jl. Gajah Mada Kandis Nanggalo Padang
Abstark
Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro adalah proses pengkonversian energi potensial air menjadi
energi listrik yang sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, terutama di daerah – daerah yang memiliki
aliran air yang cukup besar. Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro ini di mulai dari studi literature
yang berhubungan dengan pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Air. Kemudian melakukan survei ke lokasi
yaitu di desa Guguak Kandang Ampek, untuk dapat menentukan luas penampang sungai, pengukuran debit air
dan pengukuran tinggi jatuh air. Kemudian pengolahan data yang meliputi perhitungan daya, perhitungan untuk
menentukan jenis atau spesifikasi peralatan mekanikal, spesifkasi peralatan elektrikal, instalasi sipil dan estimasi
biaya yang akan dipakai pada perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro ini. Pada perencanaan
Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro ini menggunakan debit air sebesar 5,67 m3/s, tinggi jatuh air yang dipakai
ialah 65 m, menggunakan jenis turbin Francis dan daya yang dapat dihasilkan sebesar 2.672,37 kVA. Generator
yang digunakan adalah generator sinkron 4 kutup, dengan frekuensi 50 Hz. Desain sipilnya menggunakan tipe
dam batu bronjong dengan diperkuat beton. Rumah penduduk yang dapat dialiri listrik sebanyak 2.969 unit
rumah dengan setiap unit rumah mendapatkan daya listrik sebesar 900 VA. Dan estimasi biaya yang diperlukan
untuk pembuatan PLTM ini sebesar Rp. 28.968.908.100.
Kata Kunci : Minihidro, Turbin Francis, Generator Sinkron
Pendahuluan
Salah satu potensi sumber daya alamterbesar yang dimiliki oleh Bangsa Indonesiaadalah air. Di samping kegunaannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari –hari,
kandungan energi yang dimiliki oleh air yang mengalir dari ketinggian tertentu dan jumlah
tertentu juga bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit energi mekanis. Salah satu contoh alat konversi energi air menjadi energi mekanik adalah turbin air, energi mekanik pada tubin air dapat di ubah menjadi energi listrik yang merupakan salah satu sumber energi alternative yang dapat diperbaharui.
Dalam memproduksi energi listrik yang bisa diperbarui memanfaatkan sumber tenaga air dalam skala kecil yang dikenal juga dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro(PLTM).Data hasil survey potensi tenaga air yang dilakukan PLN pada tahun 1982,
diseluruh Indonesia terdapat potensi untuk pengembangan PLTA dan PLTMH diperkirakan sebesar 75.000 MW. Diantara potensi tersebut terdapat potensi tenaga air untuk mikro hydro. Menurut Rencana Induk Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (RIPEBAT), potensi tenaga air mikro hydro saja diperkirakan 458,75 MW [ Chayun Budiono , 2003 ]. Dari data hasil survei diatas
terlihat bahwa Indonesia memiliki potensi sumber tenaga air yang besar. uap air dan gas. Dengan demikian turbin air dapat diartikan sebagai suatu mesin penggerak mula yang fluida kerjanya adalah air. (wiranto, 1997 : 1).
Kalau ditinjau dari daya yang dihasilkan turbin air, maka dikenal istilah
Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) yang maksudnya adalah turbin air yang dapat menghasilkan daya kurang dari 5 MW dan sumber airnya relatif kecil.

Tujuan pustaka
Studi literatur
Prinsip Kerja Turbin Air
Energi merupakan penunjang kemajuan peradaban manusia. Dengan semakin mahalnya sumber – sumber energi, seperti minyak bumi, gas alam, maka harga dari energi yang dihasilkan semakin
meningkat. Mengingat selama ini energi kita banyak bergantung kepada sumber – sumber
energi tersebut. Maka perlu dicari sumber energi lain yang lebih murah dan mempunyai daya saing tinggi, diantara sumber energi tersebut adalah air. Penemuan turbin air
merupakan penemuan yang berarti dalam pengembangan tenaga air. Bentuk turbin
modern yang sekarang digunakan adalah rancangan dari Francis (1849), Pelton (1890)
dan Kaplan (1913). Menghubungkan turbin dengan generator merupakan kemajuan yang
berarti sekali bagi pusat Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro. (Kasra Nofri , 2005 : 1).
Pembangkit listrik tenaga mikro hydro merupakan pembangkit listrik yang sangat tergantung pada ketersediaan air yang mengalir (debit air). Bervariasinya tegangan yang dihasilkan lebih banyak disebabkan karena bervariasinya debit air yang mengalir.
Enoh (1997), mengatakan bahwa variasi tegangan dapat saja direduksi dengan menambahkan pemanas yang akan mengkonversikan energi listrik menjadi panas. Tentunya ini tidak efisien dan mempunyai
banyak kelemahan.Pada roda turbin terdapat sudu yaitu suatu konstruksi lempengan dengan bentuk dan penampang tertentu, air sebagai fluida kerja mengalir melalui ruang diantara sudu tersebut, dengan demikian roda turbin akan dapat berputar dan pada sudu akan ada suatu gaya yang bekerja.
Gaya tersebut akan terjadi karena ada perubahan momentum dari fluida kerja air yang mengalir diantara sudunya. Sudu hendaknya dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat terjadi perubahan momentum pada fluida kerja air tersebut. (wiranto,1997:4).

Pembahasan
Pada pembangunan konstruksi sipil ini, berdasarkan letak geografisnya dan karakteristik bentuk alam dari tempat perencanaan ini tidak akan menyulitkan pembangunannya, karena lokasi ini cukup strategis untuk PLTM.
Dam / bendungan
Bendungan ialah suatu bangunan yang berfungsi untuk meningkatkan muka air disungai
sehingga elevasi muka air dapat mengalir ke areal yang lebih tinggi dari elevasi muka air sebelum di bendung.
Dam dalam perencanaan ini memiliki ketinggian 2,6 m, ketebalan bangunan bendungan 1,2 m dan mempunyai lebar 30 m. Bagian dari sisi sungai yang harus di dam adalah sepanjang 50 m, dimana sisi sungai yang harus di dam ini bertujuan untuk membatasi air yang akan keluar di tepi sungai ketika bendungan telah berisi air. Pembuatan dam ini dapat menggunakan bahan lokal yang telah tersedia di sungai tersebut, seperti kerikil, pasir dan batu kali.
. Intake ( Bangunan Pengambilan )
Intake adalah bangunan untuk menyadap air yang akan di alirkan ke turbin. Bangunan
pengambilan (intake), ini mempunyai lebar 1,25 m dan panjang 1 m. Maka luas pintu masuk air sebesar 1,25 m2. 3. Bak Pengendap dan Bak Penenang Bak Pengendap ini juga berfungsi sebagai Bak Penenang.
Dalam perencanan PLTM ini tidak dibuat saluran pembawa dikarenakan kondisi dilapangan. Bangunan bak pengendap atau bak penenenang ini mempunyai lebar 5 m dan panjangnya 12 m. Bak pengendap atau bak

Perencanaan mekanical dan elektrikal
Pipa Penstock
Berdasarkan hasil perhitungan di atas didapatkan untuk perencanaan ini panjang pipa penstock adalah 150 m, dengan diameter rata-rata 100 cm atau 1 m dan memiliki ketebalan minimum pipa penstock 10 mm. Sudut kemiringan dari pemasangan pipa penstock ini adalah untuk (Bend V1 = 30º), dan (Bend V2 = 350) dari permukaan tanah
Generator
Generator yang cocok untuk perencanaan PLTM ini adalah generator synchronous 3θ (tiga phasa)
tipe GMS3500C merek Cummins atau tipe WPS3500 merek Perkins. Tipetipe ini banyak dijual dipasaran. Pada perencanaan ini generator yang digunakan memiliki frekwensi 50 Hz,
dengan jumlah kutub 4 dan memiliki kecepatan putaran generator 1500 rpm.
Keluaran tegangan 6,3 kV hubungan bintang , daya keluaran adalah 3.000 kW dan efisiensi generator secara umum adalah 0,9 dan PLTM ini memerlukan sebuah trafo step up untuk menaikkan tegangan karena akan di interkoneksikan dengan tegangan PLN yang telah ada di jaringan. Dan dengan alat sinkronisasi keluaran tegangan PLTM ini sudah dapat di suplai ke jaringan distribusi PLN.

Kesimpulan
Dari hasil survei dan perhitungan yang telah dilakukan untuk rencana pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTM) Batang Anai pada lokasi tersebut merupakan daerah dengan kondisi yang efektif untuk pembangunan sebuah PLTM.
Debit aliran yang akan digunakan adalah 5,67 m3/dt dan tinggi jatuh efektif air adalah 57 m serta kecepatan spesifik turbin (ns) 177 rpm, maka jenis turbin yang sesuai untuk perencanan ini adalah
turbin Francis.
Hasil perhitungan yang dilakukan terhadap daya yang dapat dihasilkan sesuai data-data yang didapat dari lapangan maka daya air yang tersedia adalah 3.167,26 kW, daya turbin sebesar 2.375,46 kW dan
daya listrik yang dihasilkan sebesar 2.137,90 kW. Generator yang digunakan adalah Generator Synchronous tiga fasa empat kutub dan jumlah putaran 1500 rpm dengan daya keluaran 2.672,37 kVA.
Daya yang keluar dari generator akan diinterkoneksikan dengan jaringan tegangan menengah PLN dengan menaikan tegangan melalui sebuah transformator step up. PLN akan mendistribusikan daya kerumah-rumah penduduk. Jumlah rumah yang bisa dialiri oleh daya yang dihasilkan pembangkit
±2.969 buah rumah dengan daya terpasang 900VA.
Perkiraan biaya untuk membuat PLTM di Desa Guguak Kandang Ampek
Kecamatan 2x11 KayuTanam Kabupaten Padang Pariaman ±Rp 28.968.908.100

Daftar pustaka
[1]. Arismunandar. Artono, 2000. Buku
Peganggan Teknik Tegangan Tenaga
Listrik, Jilit I Pembangkitan Dengan
Tenaga Air. Jakarta: PT. PRADYA
PARAMITA.
[2]. Fritz Dietzel, 1988. Turbin Pompa dan
Kompresor. (Alih bahasa Ir. Dakso
Sriyono). Jakarta: Erlangga.
[3]. O.F. Patty, 1995. Tenaga Air. Jakarta:
Erlangga
[4]. Ray. K. Linsley, Yoseph B. Franzini,
1985. Tekhnik Sumber Daya Air. Jilid
I. (Alih bahasa Ir. Djoko Sasongko,
M.Sc). Jakarta: Erlangga.
[5]. Ranald V. Giles, 1984. Mekanika Fluida
dan Hidrolika. (Alih bahasa Ir.
Herman Widodo Soemitro). Jakarta:
Erlangga
[6]. Stolk, 1993. Elemen Mesin (Alih bahasa
Hendarsin, Abdul Rachman). Jakarta:
Erlangga.
[7]. Suryono. Arismunandar, 1991. Pedoman
Rekayasa Tenaga Air. UPT. Hidro
[8]. Wiranto. Arismunandar, 1997. Penggerak
Mula Turbin. Bandung: ITB.
[9].www.docstock.com/docs/13528861/studykelayakan-
elektrik-mekanikal-
PLTMH, 28November2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar