Jumat, 04 Desember 2015


KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI

ABSTRAK
       Masalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara umum di Indonesia masih sering terabaikan. Hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya angka kecelakaan kerja. Sektor jasa konstruksi adalah salah satu sektor yang paling berisiko terhadap kecelakaan kerja, disamping sektor utama lainnya yaitu pertanian, perikanan, perkayuan, dan pertambangan .Di dalam penelitian ini, perencanaan K3 dibuat berdasarkan pedoman/standar OHSAS 18001 juga sesuai dengan peraturan dan standar teknik terkait konstruksi di Indonesia bahkan juga menurut undang-undang dan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
 Kata kunci: K3, tenaga kerja, penilaian resiko

PENDAHULUAN

 Latar Belakang
Setiap tahun ribuan kecelakaan terjadi di tempat kerja yang menimbulkan korban jiwa, kerusakan materi, dan gangguan produksi. Pada tahun 2007 menurut jamsostek tercatat 65.474 kecelakaan yang mengakibatkan 1.451 orang meninggal, 5.326 orang cacat tetap dan 58.697 orang cedera.

Rumusan Masalah
Masalah yang timbul adalah bagaimana melaksanakan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja agar tercipta suatu suasana lingkungan dan kondisi kerja yang lebih baik serta aman dan nyaman.

Batasan masalah
Pembatasan masalah dalam pembahasan ini adalah sebagai berikut:
Perencanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) didalam pelaksanaan proyek konstruksi yang meliputi :
1) Lingkungan kerja
2) Jenis-jenis pekerjaan

Tujuan Penelitian
Dalam penelitian ini ada beberapa tujuan yang ingin dicapai, antara lain sebagai berikut:
1) Untuk mengetahui sikap pekerja terhadap penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.
2) Untuk melindungi setiap tenaga kerja yang ada serta menjamin keselamatan dari setiap pekerja maupun setiap orang yang ada didalamnya.
3) Memberikan informasi kepada para tenaga kerja mengenai prinsip pelak-sanaan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.

Manfaat Penelitian
Manfaat yang hendak dicapai dalam penulisan ini, adalah :
1) Agar supaya para tenaga kerja mendapat perhatian yang lebih baik dari Kontraktor dan semua unsur yang terlibat dalam pelaksanaan proyek konstruksi.
2) Untuk mengurangi angka kecelakaan kerja menuju “zero accident
3) Untuk mengurangi biaya yang diakibatkan oleh kecelakaan, kerusakan maupun penyakit kerja.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam melakukan hal tersebut, harus dipertimbangkan berbagai persyaratan perundangan K3 yang berlaku bagi organisasi serta persyaratan lainnya seperti standar, kode, atau pedoman perusahaan terkait atau yang berlaku bagi bagi organisasi.

Pekerjaan Penggalian:
1) Ketentuan Umum
Sebelum penggalian pada setiap tempat dimulai, stabilitas tanah harus diuji terlebih dahulu oleh orang yang ahli.

2) Sebelum pekerjaan dimulai pada setiap tempat galian pemberi kerja harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu atas segala instalasi di bawah tanah seperti saluran pembuangan, pipa gas, pipa air, dan konduktor listrik, yang dapat menimbulkan bahaya selama waktu pekerjaan.
3) Apabila perlu untuk mencegah terjadinya kecelakaan sebelum penggalian dimulai, gas, air, listrik dan prasarana umum lainnya harus dimatikan atau diputuskan alirannya terlebih dahulu.
4) Apabila pipa bawah tanah, konduktor, dan sebagainya tidak dapat dipindahkan atau diputuskan alirannya, benda tandi harus dipagari, ditarik ke atas atau dilindungi.

5) Apabila diperlukan untuk mencegah bahaya, tanah harus dibersihkan dari pohon-pohon, batu-batu besar dan rintangan-rintangan lainnya sebelum penggalian dimulai
Pekerjaan Pondasi:
Persyaratan Umum
1)Mesin pemancang (pile divers) harus ditumpu oleh dasar yang kuat seperti balok kayu yang berat, bantalan beton atau pondasi penguat lainnya.
2)Bila perlu untuk mencegah bahaya, mesin pemancang harus diberi tali atau rantai penguat secukupnya

3)Mesin pemancang tidak boleh digunakan di dekat jaringan listrik.

4)Bila 2 buah mesin pemancang digunakan pada satu tempat, maka jarak antara mesin-mesin tersebut tidak boleh kurang dari panjang kakinya yang terpanjang.

5)Fasilitas untuk mencapai lantai kerja (platform) dan roda penggerak (pulley) pada ujung atas harus berupa tangga yang memenuhi persyaratan.


.
Pengecoran Beton:
Persyaratan Umum
1)Konstruksi beton bertulang yang berat untuk kerangka atap dan kerangka atas lainnya harus didasarkan pada gambar rencana:
a)Mencakup spesifikasi besi baja dan beton serta bahan-bahan lain yang dipakai,
b)Menunjukkan tipe, kekuatan dan peng-aturan bagian yang menumpu gaya muatan.
c)Dilengkapi dengan perhitungan kekuatan atap dan struktur berat lainnya yang dibuat dengan bahan-bahan prefabricated.
2)Selama pembangunan harus dicatat data sehari-hari mengenai kemajuan pembangu-nan, termasuk data yang mempengaruhi kekuatan beton menurut waktunya

PENUTUP
 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan:
1) Masih kurangnya pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja dari para pekerja mengenai keselamatan dan kese-hatan kerja.
 2) Dengan adanya sistem manajemen kese-lamatan dan kesehatan kerja para pekerja dapat sedikit terhindar dari kecelakaan dan penyakit kerja.
3) Sistem manajemen keselamatan dan kese-hatan kerja yang ada dapat dikatakan belum terealisasikan dengan baik .
Saran
1) Masih kurangnya pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja dari para pekerja mengenai keselamatan dan kese-hatan kerja.
2) Dengan adanya sistem manajemen kese-lamatan dan kesehatan kerja para pekerja dapat sedikit terhindar dari kecelakaan dan penyakit kerja.
3) Sistem manajemen keselamatan dan kese-hatan kerja yang ada dapat dikatakan belum terealisasikan dengan baik .
DAFTAR PUSTAKA
Austen, A.D. dan Neale, R.H. 1991. Memanajemeni Proyek Konstruksi, Penerbit PT.Pustaka Binaman Pressindo, Jakarta
Armanda D, Penerapan SMK3 Bidang Konstruksi Medan, Jakarta
Ervianto, W.I. 2007. Manajemen Proyek Konstruksi, Penerbit Andi, Jakarta
Ridley J. 2004. Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Penerbit Erlangga, Jakarta
Ramli, S. 2010. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, OHSAS 18001, Penerbit Dian Rakyat, Jakarta

Rabu, 25 November 2015

Tugas ttki kk m10
Sukur tabah pamuji
41614110022


PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PENGGUNA JASA LAPANGAN FUTSAL
ABSTRAK
    Ketatnya persaingan dalam industri jasa khususnya jasa sewa lapangan futsal saat ini mengalami perkembangan yang cukup pesat. Untuk itu pemilik perusahaan harus dapat menciptakan kualitas yang dapat meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap produk jasa seperti dengan menciptakan dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Kesimpulan penelitian ini kualitas pelayanan di IFI Futsal Bandung masuk kedalam kategori cukup baik , namun ada beberapa aspek yang akan lebih baik. Jikadilakukan perbaikan seperti pelayanan yang diberikan, kelengkapan fasilitas dan lain – lain.
Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pelanggan
PENDAHULUAN
Futsal adalah salah satu cabang olah raga yang sedang populer akhir-akhir ini. Penyewaan lapangan futsal merupakan bisnis di bidang layanan jasa. Untuk prospek pasar kedepan bisnis lapangan futsal sangat menjanjikan hal ini di karenakan kegemaran masyarakat akan olahraga futsal sangat besar namun dengan keterbatasan area lapangan bisa sangat menghambat terutama di daerah perkotaan, maka .. Berdasarkan uraian latar belakang yang terjadi di atas maka penulis mengajukan sebuah penelitian dengan judul “PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PENGGUNA JASA LAPANGAN FUTSAL

METODE PENELITIAN
 Sampel dan Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah member harian yang menggunakan lapangan IFI Futsal Bandung selama tahun 2013 yang berjumlah 5146 orang. Teknik sampling yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling. Menurut Sugiyono (2010:120), nonprobability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Salah satu teknik nonprobability sampling yang diambil oleh penulis teknik aksidental (convenience sampling). Untuk menentukan jumlah sempel yang dibutuhkan pada populasi yang diketahui maka penulis menggunakan rumus Slovin yaitu sebagai berikut


HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
 Tanggapan Responden Mengenai Kualitas Pelayanan (X)

Uji Hipotesis
 Uji statistik t pada dasarnya menunjukan seberapa jauh pengaruh satu variabel bebas (independen) secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat (dependen) (Ghozali,2013:98). Rumusan hipotesis secara parsial berdasarkan perumusan hipotesis adalah sebagai berikut: H0 : Kualitas palayanan tidak berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan IFI Futsal Bandung. Ha : Kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan IFI Futsal Bandung.
Hasil Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t)

Berdasarkan hasil uji diatas, diperoleh t hitung sebesar 2.468 dan nilai t tabel dari tabel distribusi t dengan α = 0,05 pada pengujian dua arah adalah 1.984 yang berarti lebih besar dari t tabel (t hitung > t tabel), selain itu nilai signifikan pada t hitung adalah 0,015 kurang dari 0,05, maka diputuskan untuk H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas pelayanan (X) berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pelanggan (Y) pada pengguna jasa lapangan futsal
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1.         Berdasarkan analisis kualitas pelayanan yang terdiri dari tangible (Bukti Fisik), reliability (Keandalan), Responsiveness (Ketanggapan), Assurance (Jaminan), Empathy (Empati) memperoleh rata-rata skor total kualitas pelayanan sebasar 61.78%. Secara garis kontinum, hasil pengolahan data pada variabel ini tergolong dalam kategori “cukup baik”, yang berarti kualitas pelayanan yang diberikan oleh IFI Futsal terhadap pelanggan dinilai cukup baik.
2.        Kepuasan pelanggan memperoleh rata-rata skor sebesar 69,04%. Secara garis kontinum, hasil pengolahan data variabel ini tergolong dalam kategori “baik”, yang berarti kepuasan yang didapatkan oleh pelanggan IFI Futsal sudah baik karena sesuai dengan persepsi dan keinginan pelanggan.

Saran

1.         IFI Futsal perlu memperhatikan tentang kebersihan kamar mandi dan kenyamanan ruang ganti agar pelanggan lebih nyaman dalam menggunakannya. Dengan cara menyediakan memberikan pewangi ruangan untuk diletakan di kamar mandi agar tidak bau, serta menyediakan tempat penyimpanan barang – barang milik pelanggan.

2.       Petugas IFI Futsal harus mempertahankan dan meningkatkan pelayanan dengan sigap dan lebih baik lagi, dengan cara perusahaan memberikan kuesioner kepada pelanggan yang akan menyewa lapangan futsal yang berisi tentang kritik dan saran kemudian melakukan evaluasu secara rutin sehingga petugas mengerti yang harus ditingkatkan dan dipertahankan. Sebagai perusahaan yang baik harus mampu melayani apa yang diingikan oleh pelanggan dengan baik.


Daftar pustaka

 Buchory, Achmad Herry & Saladin Djaslim (2010). Manajemen Pemasaran :Edisi Pertama. Bandung : Linda Karya. Chakrabarty. Anita (2013). Factors Influencing Customer Satisfaction In Retail Banking In The UK. Int J. of applied marketing. Vol 1 Issue 1 2013. Chisthoper H. Lovelock and Lauren K. Wright (2007), Manajemen Pemasaran Jasa. Alih Bahasa Agus WIdyantono, Cetakan kedua, Jakarta : PT Indeks.






Jumat, 18 September 2015

ttki artikel01



Pembangkit Tenaga Listrik Minihidro
PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK MINIHIDRO
DI DESA GUGUAK AMPEK KANDANG KECAMATAN 2X11 KAYU TANAM
KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Oleh:
*Erhaneli, **Ferdinal Rutaf
*Dosen jurusan Teknik Elektro, **Mahasiswa jurusan Teknik Elektro
Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Padang
Jl. Gajah Mada Kandis Nanggalo Padang
Abstark
Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro adalah proses pengkonversian energi potensial air menjadi
energi listrik yang sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, terutama di daerah – daerah yang memiliki
aliran air yang cukup besar. Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro ini di mulai dari studi literature
yang berhubungan dengan pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Air. Kemudian melakukan survei ke lokasi
yaitu di desa Guguak Kandang Ampek, untuk dapat menentukan luas penampang sungai, pengukuran debit air
dan pengukuran tinggi jatuh air. Kemudian pengolahan data yang meliputi perhitungan daya, perhitungan untuk
menentukan jenis atau spesifikasi peralatan mekanikal, spesifkasi peralatan elektrikal, instalasi sipil dan estimasi
biaya yang akan dipakai pada perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro ini. Pada perencanaan
Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro ini menggunakan debit air sebesar 5,67 m3/s, tinggi jatuh air yang dipakai
ialah 65 m, menggunakan jenis turbin Francis dan daya yang dapat dihasilkan sebesar 2.672,37 kVA. Generator
yang digunakan adalah generator sinkron 4 kutup, dengan frekuensi 50 Hz. Desain sipilnya menggunakan tipe
dam batu bronjong dengan diperkuat beton. Rumah penduduk yang dapat dialiri listrik sebanyak 2.969 unit
rumah dengan setiap unit rumah mendapatkan daya listrik sebesar 900 VA. Dan estimasi biaya yang diperlukan
untuk pembuatan PLTM ini sebesar Rp. 28.968.908.100.
Kata Kunci : Minihidro, Turbin Francis, Generator Sinkron
Pendahuluan
Salah satu potensi sumber daya alamterbesar yang dimiliki oleh Bangsa Indonesiaadalah air. Di samping kegunaannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari –hari,
kandungan energi yang dimiliki oleh air yang mengalir dari ketinggian tertentu dan jumlah
tertentu juga bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit energi mekanis. Salah satu contoh alat konversi energi air menjadi energi mekanik adalah turbin air, energi mekanik pada tubin air dapat di ubah menjadi energi listrik yang merupakan salah satu sumber energi alternative yang dapat diperbaharui.
Dalam memproduksi energi listrik yang bisa diperbarui memanfaatkan sumber tenaga air dalam skala kecil yang dikenal juga dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro(PLTM).Data hasil survey potensi tenaga air yang dilakukan PLN pada tahun 1982,
diseluruh Indonesia terdapat potensi untuk pengembangan PLTA dan PLTMH diperkirakan sebesar 75.000 MW. Diantara potensi tersebut terdapat potensi tenaga air untuk mikro hydro. Menurut Rencana Induk Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (RIPEBAT), potensi tenaga air mikro hydro saja diperkirakan 458,75 MW [ Chayun Budiono , 2003 ]. Dari data hasil survei diatas
terlihat bahwa Indonesia memiliki potensi sumber tenaga air yang besar. uap air dan gas. Dengan demikian turbin air dapat diartikan sebagai suatu mesin penggerak mula yang fluida kerjanya adalah air. (wiranto, 1997 : 1).
Kalau ditinjau dari daya yang dihasilkan turbin air, maka dikenal istilah
Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) yang maksudnya adalah turbin air yang dapat menghasilkan daya kurang dari 5 MW dan sumber airnya relatif kecil.

Tujuan pustaka
Studi literatur
Prinsip Kerja Turbin Air
Energi merupakan penunjang kemajuan peradaban manusia. Dengan semakin mahalnya sumber – sumber energi, seperti minyak bumi, gas alam, maka harga dari energi yang dihasilkan semakin
meningkat. Mengingat selama ini energi kita banyak bergantung kepada sumber – sumber
energi tersebut. Maka perlu dicari sumber energi lain yang lebih murah dan mempunyai daya saing tinggi, diantara sumber energi tersebut adalah air. Penemuan turbin air
merupakan penemuan yang berarti dalam pengembangan tenaga air. Bentuk turbin
modern yang sekarang digunakan adalah rancangan dari Francis (1849), Pelton (1890)
dan Kaplan (1913). Menghubungkan turbin dengan generator merupakan kemajuan yang
berarti sekali bagi pusat Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro. (Kasra Nofri , 2005 : 1).
Pembangkit listrik tenaga mikro hydro merupakan pembangkit listrik yang sangat tergantung pada ketersediaan air yang mengalir (debit air). Bervariasinya tegangan yang dihasilkan lebih banyak disebabkan karena bervariasinya debit air yang mengalir.
Enoh (1997), mengatakan bahwa variasi tegangan dapat saja direduksi dengan menambahkan pemanas yang akan mengkonversikan energi listrik menjadi panas. Tentunya ini tidak efisien dan mempunyai
banyak kelemahan.Pada roda turbin terdapat sudu yaitu suatu konstruksi lempengan dengan bentuk dan penampang tertentu, air sebagai fluida kerja mengalir melalui ruang diantara sudu tersebut, dengan demikian roda turbin akan dapat berputar dan pada sudu akan ada suatu gaya yang bekerja.
Gaya tersebut akan terjadi karena ada perubahan momentum dari fluida kerja air yang mengalir diantara sudunya. Sudu hendaknya dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat terjadi perubahan momentum pada fluida kerja air tersebut. (wiranto,1997:4).

Pembahasan
Pada pembangunan konstruksi sipil ini, berdasarkan letak geografisnya dan karakteristik bentuk alam dari tempat perencanaan ini tidak akan menyulitkan pembangunannya, karena lokasi ini cukup strategis untuk PLTM.
Dam / bendungan
Bendungan ialah suatu bangunan yang berfungsi untuk meningkatkan muka air disungai
sehingga elevasi muka air dapat mengalir ke areal yang lebih tinggi dari elevasi muka air sebelum di bendung.
Dam dalam perencanaan ini memiliki ketinggian 2,6 m, ketebalan bangunan bendungan 1,2 m dan mempunyai lebar 30 m. Bagian dari sisi sungai yang harus di dam adalah sepanjang 50 m, dimana sisi sungai yang harus di dam ini bertujuan untuk membatasi air yang akan keluar di tepi sungai ketika bendungan telah berisi air. Pembuatan dam ini dapat menggunakan bahan lokal yang telah tersedia di sungai tersebut, seperti kerikil, pasir dan batu kali.
. Intake ( Bangunan Pengambilan )
Intake adalah bangunan untuk menyadap air yang akan di alirkan ke turbin. Bangunan
pengambilan (intake), ini mempunyai lebar 1,25 m dan panjang 1 m. Maka luas pintu masuk air sebesar 1,25 m2. 3. Bak Pengendap dan Bak Penenang Bak Pengendap ini juga berfungsi sebagai Bak Penenang.
Dalam perencanan PLTM ini tidak dibuat saluran pembawa dikarenakan kondisi dilapangan. Bangunan bak pengendap atau bak penenenang ini mempunyai lebar 5 m dan panjangnya 12 m. Bak pengendap atau bak

Perencanaan mekanical dan elektrikal
Pipa Penstock
Berdasarkan hasil perhitungan di atas didapatkan untuk perencanaan ini panjang pipa penstock adalah 150 m, dengan diameter rata-rata 100 cm atau 1 m dan memiliki ketebalan minimum pipa penstock 10 mm. Sudut kemiringan dari pemasangan pipa penstock ini adalah untuk (Bend V1 = 30º), dan (Bend V2 = 350) dari permukaan tanah
Generator
Generator yang cocok untuk perencanaan PLTM ini adalah generator synchronous 3θ (tiga phasa)
tipe GMS3500C merek Cummins atau tipe WPS3500 merek Perkins. Tipetipe ini banyak dijual dipasaran. Pada perencanaan ini generator yang digunakan memiliki frekwensi 50 Hz,
dengan jumlah kutub 4 dan memiliki kecepatan putaran generator 1500 rpm.
Keluaran tegangan 6,3 kV hubungan bintang , daya keluaran adalah 3.000 kW dan efisiensi generator secara umum adalah 0,9 dan PLTM ini memerlukan sebuah trafo step up untuk menaikkan tegangan karena akan di interkoneksikan dengan tegangan PLN yang telah ada di jaringan. Dan dengan alat sinkronisasi keluaran tegangan PLTM ini sudah dapat di suplai ke jaringan distribusi PLN.

Kesimpulan
Dari hasil survei dan perhitungan yang telah dilakukan untuk rencana pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTM) Batang Anai pada lokasi tersebut merupakan daerah dengan kondisi yang efektif untuk pembangunan sebuah PLTM.
Debit aliran yang akan digunakan adalah 5,67 m3/dt dan tinggi jatuh efektif air adalah 57 m serta kecepatan spesifik turbin (ns) 177 rpm, maka jenis turbin yang sesuai untuk perencanan ini adalah
turbin Francis.
Hasil perhitungan yang dilakukan terhadap daya yang dapat dihasilkan sesuai data-data yang didapat dari lapangan maka daya air yang tersedia adalah 3.167,26 kW, daya turbin sebesar 2.375,46 kW dan
daya listrik yang dihasilkan sebesar 2.137,90 kW. Generator yang digunakan adalah Generator Synchronous tiga fasa empat kutub dan jumlah putaran 1500 rpm dengan daya keluaran 2.672,37 kVA.
Daya yang keluar dari generator akan diinterkoneksikan dengan jaringan tegangan menengah PLN dengan menaikan tegangan melalui sebuah transformator step up. PLN akan mendistribusikan daya kerumah-rumah penduduk. Jumlah rumah yang bisa dialiri oleh daya yang dihasilkan pembangkit
±2.969 buah rumah dengan daya terpasang 900VA.
Perkiraan biaya untuk membuat PLTM di Desa Guguak Kandang Ampek
Kecamatan 2x11 KayuTanam Kabupaten Padang Pariaman ±Rp 28.968.908.100

Daftar pustaka
[1]. Arismunandar. Artono, 2000. Buku
Peganggan Teknik Tegangan Tenaga
Listrik, Jilit I Pembangkitan Dengan
Tenaga Air. Jakarta: PT. PRADYA
PARAMITA.
[2]. Fritz Dietzel, 1988. Turbin Pompa dan
Kompresor. (Alih bahasa Ir. Dakso
Sriyono). Jakarta: Erlangga.
[3]. O.F. Patty, 1995. Tenaga Air. Jakarta:
Erlangga
[4]. Ray. K. Linsley, Yoseph B. Franzini,
1985. Tekhnik Sumber Daya Air. Jilid
I. (Alih bahasa Ir. Djoko Sasongko,
M.Sc). Jakarta: Erlangga.
[5]. Ranald V. Giles, 1984. Mekanika Fluida
dan Hidrolika. (Alih bahasa Ir.
Herman Widodo Soemitro). Jakarta:
Erlangga
[6]. Stolk, 1993. Elemen Mesin (Alih bahasa
Hendarsin, Abdul Rachman). Jakarta:
Erlangga.
[7]. Suryono. Arismunandar, 1991. Pedoman
Rekayasa Tenaga Air. UPT. Hidro
[8]. Wiranto. Arismunandar, 1997. Penggerak
Mula Turbin. Bandung: ITB.
[9].www.docstock.com/docs/13528861/studykelayakan-
elektrik-mekanikal-
PLTMH, 28November2010

RSK 02



Tugas minggu ke 2 tata tulis karya ilmiah
                               Nama :sukur tabah pamuji(4161411002)
                         Dengan judul skripsi
Analisa penentuan waktu kegiatan preventive maintenance mesin untuk meningkatkan efektifitas kerja mesin di pt pratapan anirmala.
                                               Penulis: subandi(2012)
   Pt pratapan anirmala adalah suatu industri farmasi nasional yang didirikan pada tuhun 1998 yang berlokasi di provinsi banten .
Industri farmasi ini berdiri atas saran dokter-dokter spesialis jantung yang produk obatnya bermula dispesialisasikan pada obat-obat jantung.antara tahun 1988 sampai tahun 1990,mesin bagi psrusahan adalah salah satu aset yang sangat berharga,tanpa adanya perawatan buat mesi-mesin ini akan menimbulkan akibat yang buruk apabila mesin mengalami kerusakan produksi akan terhenti dan akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.oleh karena itu penelitian tentang analisa waktu preventive dilakukan dengan menggunakan penguji chi-square,pengujian kecocokan bentuk distribusi kerusakan mesin merupakan suatu hal yang sangat penting dalam analisis kendalan,karena dengan pengujian tersebut dapat suatu teknik yang paling tepat dalam perhitungan kendalan
  Dari penelitian waktu preventive selama 6 bulan didapat hasil waktu yang tepat untuk  dilakukannya perawatan mesin ,dari perawatan yang ini mesin beroprasi selama 25 jam atau kurang lebih 3,6 hari kerja mesin harus dilakukan  preventive untuk mencegah terjadinya kerusakan mesin yang fatal  sehigga mesin dapat bekerja lebih efektif.